Entri Populer

Selasa, 03 Februari 2009

Potensi Wilayah Myanmar

MYANMAR (BURMA)

Nama lain dari Myanmar adalah Burma. Negara ini merupakan wajah baru dalam ASEAN. Myanmar merupakan negara bekas jajahan Inggris yang merdeka pada tahun 1948. Myanmar merupakan suatu negara yang berbentuk Republik dengan ibu kotanya Rangoon, yang merupakan kota besar yang terletak ujung selatan negara ini.

I. LINGKUNGAN FISIK

A. LETAK ASTRONOMIS

Menurut letak astronomisnya Myanmar terletak antara 100 LU-280 LU dan 920 BT-1010 BT. Negara ini merupakan Negara paling luas ke dua di Asia tenggara setelah Indonesia, luasnya adalah : 676.578 Km2.

B. BATAS WILAYAH

- Sebelah Utara berbatasan dengan Cina dan Assam (India)

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Andaman

- Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Benggala, India dan Bangladesh

- Sebelah Timur bebatasan dengan Cina, Thailand dan Laos

C. IKLIM

Keadaan iklim di Myanmar sangat di pengaruhi oleh iklim laut dan iklim benua. Dengan demikian di daerah dekat pantai seperti di Arakan dan di Tannaseua iklimnya lebih basah/lembab bila di bandingkan dengan iklim di daerah pedalaman yang bersifat kering, panas atau muson tropika.

Musim panas terjadi dari bulan Maret hingga bulan Mei dengan suhu rata-rata 26,70-29,40 C, daerah yang paling panas adalah Myanmar tengah . Musim dingin biasanya terjadi pada bulan November hingga bulan Februari dengan suhu rata-rata antara 23,90-26,70 C, daerah terdingin terdapat di daerah utara. Banyaknya hujan yang terjadi di Myanmar di pengaruhi oleh iklim, yaitu antara lain iklim musim timur laut (November hingga Maret) dan iklim musim barat daya (Mei hingga Oktober).

Menurut jumlah hujan yang turun di Myanmar, maka daerah ini di bedakan menjadi 3 bagian, yaitu :

1. Daerah curah hujan lebih dari 2.032 mm, terdapat di daerah pantai Arakan, Arakan yoma sebelah barat, delta Irawadi, pantai Tenasserim dan bagian paling utara.

2. Daerah curah hujan antara 1.016-2.032 mm, terdapat di daerah bagian timur dan tengah.

3. Daerah curah hujan di bawah 1.016 mm, terdapat di daerah sekitar pertemuan sungai Irawadi dan Chindwin atau dataran Purple.

D. RELIEF

Di perbatasan Myanmar banyak terdapat pegunungan tinggi yang memisahkan Myanmar dengan negara tetangga. Pegunungan-pegunungan ini banyak di tutupi oleh hutan-hutan yang lebat. Di antara pegunungan di sebelah barat dan timur, terdapat sungai terpanjang di Myanmar, yaitu sungai Irawadi.

Pegunungan di Myanmar di sebut juga dengan pegunungan meridian, karena arahnya yang sejajar dengan meridian. Menurut penyelidikan geologi, pegunungan itu terdiri dari berjenis-jenis lapisan tanah, di sebelah baat terdiri-dari batu-batu trias, batu kapur dan lapisan-lapisan tanah yang berasal dari tertier muda. Di bagian tengah terdiri dari lapisan tanah dari zaman tertier dan kuarter (dataran Irawadi), dan pegunungan di sebelah timur terdiri dari sedimen yang terbentuk di zaman karbon.

Bentuk muka bumi (relief) Myanmar dapat di bedakan menjadi 3 macam, yaitu :

1. Daerah Gunung-Gunung Barat

Daerah ini terdiri dari satu jejeran gunung lapisan muda yang merupakan lanjutan pegunungan Himalaya. Keadaan ini semakin ke utara semakin tinggi hingga lebih dari 3.050 mdpl. Di utara terdapat bukit Patkai dan bukit Naga, di sebelah selatan terdapat Arakan yoma, sedangkan di sebelah barat terdapat jejeran gunung pantai Arakan yang pada umunya berbatu-batu, berteluk-teluk, banyak terdapat delta dan banyak terdapat pulau-pulau di pinggir lautnya.

2. Dataran Tinggi Shan Dan Tenasserim Di Daerah Timur

Di daerah ini merupakan perluasan dari dataran tinggi Yunan di Cina selatan. Daerah ini terdiri dari batuan-batuan lipatan tua terutama jenis batu kapur. Dataran tinggi Shan meninggi dengan curamnya dari tanah pamah tengah dengan ketinggian rata-rata 912 mdpl, di daerah inilah di temukan sungai Salween dan cabang-cabangnya. Pantai Tenasserim keadaannya sempit karena berdekatan dengan dataran tinggi ke arah laut sehingga berteluk-teluk dan di pisahkan oleh tubir-tubir.

3. Tanah Pamah Tengah

Tanah pamah tengah atau lembah Irawadi semakin lebar ke arah selatan, tetapi semakin sempit ke arah utara yang terdiri dari batuan muda di liputi oleh lumpur. Daerah ini bergelombang kecuali di bagian selatan terputus-putus oleh beberapa pegunungan rendah seperti pegunungan Yoma dengan ketinggian rata-rata 304 mdpl. Semakin ke arah selatan terdapat dataran rata yang rendah hanya beberapa meter dari muka laut, terbentuk dari endapan lumpur yang di bawa oleh sungai terutama sungai Irawadi, Chindwin dan Sittang.

E. POLA ALIRAN

Corak aliran di negara ini berhubungan erat dengan sifat-sifat muka buminya. Pada umunya bagian utara negeri ini lebih tinggi darimpaa bagian selatannya sehingga menimbulkan sungai itu mengalir dari utara ke selatan. Sungai yang penting adalah sungai Irawadi dengan cabang-cabangnya Chindwin dan Sittang serta sugai Selween.. Pada umumnya sungai ini dimanfaatkan untuk perhubungan sebagai urat nadi perdagangan dan pertanian.

F. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM

1. Pertanian

Di negara ini komoditi utama adalah pertanian (80%), salah satunya adalah padi sawah yang di tanami di sebelah hilir sungai Irawadi dan Sittang, terutama di daerah delata Ranggon. Padi huma di tanami di aerah bukit yang biasanya di laksanakan dengan sistem berpindah-pindah. Daerah penanaman padi lainnya ialah pantai Arakan, pantai Tenasserim, tanah pamah tengah, hilir sungai Chindwin yang berpusat di Mandalay.

Tanaman kering seperti kacang tanah, mekei, bijian jagung dan kapas tumbuh dengan baik di daerah yang sedikit curah hujannya. Tembakau dan tebu terdapat di daerah lembah sungai Irawadi dan Sittang. Getah di tanami di daerah panatai Tenasserim. Jute di usahakan di pinggir paya di delta Irawadi. Tanaman perkebunan yang diusahakan adalah Teh di daerah Plato Shan, tembakau dibagian utara, tebu dilembah sungai Sittang dan bermacam-macam sayuran didaerah pantai arakah.

2. Hutan

Kira-kira 58 % dari luas negara Myanmar di liputi oleh hutan. Hutan di negara ini merupakan sumber keuangan terbesar ke dua pentingnya dan sebahagian besar hasilnya telah di ekspor. Daerah-daerah hutan di Myanmar ialah Peguvoma, hulu lembah Irawadi dan Chindwin. Daerah ini termasuk hutan musim yang paling penting dari segi pedagangan.

Hasilnya ialah kkayu jati, minyak tung, minyak terpin, damar dan lada yang juga di gunakan sebagai bahan baku industri seperti membuat bahan alat-alat bangunan, kertas pulp dan lain-lain. Sedangkan hutan bakau terdapat di sepanjang pinggir pantai di gunakan sebagai bahan baku membuat arang dan kulitnya untuk membuat kacu.

3. Perikanan

Kegiatan perikanan di negeri ini cukup luas, tetapi di jalankan secara kecil-kecilan. Jenis ikan yang umumnya di makan penduduk ialah ikan air tawar yang di pelihara di sawah-sawah padi, sungai dan alur-alur delta. Perikanan ikan laut di laksanakan di sepanjang pantai Aarakan, pantai Mutiara terutama di gugusan pulau-pulau Mergui. Perikanan laut yang di jalankan bersama-sama dengan Jepang, daerahnya di luar pantai Tenasserim.

4. Bahan Galian

Myanmar kaya akan bahan galian, tetapi penambangannya di usahakan secara kecil-kecilan sehingga hanya menghasilkan kira-kira 5 % dari jumlah ekspor. Daerah bahan galian yang penting pertama terdapat di dataran tinggi Shan yang menghasilkan berjenis-jenis bahan galian dan menyebar di berbagai daerah seperti :

- Bawdin : Pelumbum, Zing, Perak, Tembaga dan Nikel

- Mogok : Jed, Delimadan dan Nilam

- Mawchi : Timah dan Wolferam

- Taunggyi : Biji besi, Pelumbum dan Zing

- Sepanjang dasar sungai : Emas dan Lanar

- Shwedaung : Zing

Kedua terdapat di pantai Tenasserim menghasilkan timah dan wolferam yang menyebar di Tavoy dan Mergui. Ketiga terdapat di lembangan hulu Irawadi, menyebar di sekitar Myitkyna, hasilnya : Jed, arang batu, garam. Di Mogaung hasilnya : Jed dan ambar. Di Kalewa hasilnya : Arang batu. Di Meingkwan hasilnya : Arang batu. Keempat terdapat di lembang Irawadi tengah hasilnya : Petroleum yang di bersihkan di Chauk dan Syriam.

II. LINGKUNGAN NON-FISIK

A. PENDUDUK

Jumlah penduduk Myanmar tahun 2007 adalah 54.447.000 jiwa, yang terdiri dari orang Burma (77,4%) dan selebihnya adalah orang Shan (8,5%), Karen (6,2), Kachin (1,4%), Cina (2,2%), India(1,2%), serani (2,4%) Chin (kaum bukit) dan Eropa (0,7%). Kepdatan penduduk Myanmar 184jiwa/Km, dengan angka kelahiran 30 dan angka kematian 10. pertumbuhan pendudk alami 2%/tahun Diantara suku diatas yang paling berpengaruh memegang tampuk perekonomian di Myanmar adalah Cina.

Oang Burma bentuk badannya kecil, kulitnya serupa dengan kulit orang Indonesia dan rambutnya hitam. Mereka berasal dari suku Tibet dan bahasanya adalah cabang dari bahasa Indo-cina. Alphabet mereka berasal dari India selatan yang biasanya di buata dengan di guriskan dengan ujung batang besi di atas sehelai daun.

Daerah terpadat penduduknya adalah lembah-lembah hilir Irawadi, daerah Mandalay dan Rangoon. Daerah yang termasuk kategori sedang penduduknya ialah Pantai Arakan, Pantai Tenaserim, sebagian utara dataran tinggi Shan, Lembah Sittang, dan beberapa bagian lembah Irawadi. Sedangkan yang jarang penduduknya seperti terdapat di Arakan yoma, bukit-bukit utara, sebagian dataran Shan, Pegyoma, dan lain-lain.

Penduduk Myanmar sebagian besar memeluk agama Budha, hanya sebagian utara yang memeluk agama Confusius (Kunfutse) yang agak mengherankan ialah luasnya agama Budha ini sangat berkembang di Myanmar, sedangkan di India sendiri agama itu telah terdesak oleh agama hindu. Di Myanmar terdapat Pagoda Shawe Dagon tepatnya di Rangoon yang dilapisi dengan emas, Pagoda Ananda di Pagan, termasuk bangunan-bangunan kuno yang tidak kurang megahnya dari bangunan di Mesir, India, dan sebagainya.

B. PERDAGANGAN DAN TRANSPORTASI

Perdagangan di daerah ini dilaksanakan dengan baik terhadap dunia luar, termasuk Indonesia dimana barang-barang yang diimpor oleh Myanmar adalah kayu, sedangkan yang diekspor ke Indonesia ialah Beras. Impor barang-barang yang lain seperti mesin-mesin dan alat angkutan, barang logam, kertas, pupuk dan obat-obatan.

Transportasi yang dilaksanakan sebagi penunjang perdagangan ialah :

1. Transportasi air

Transportasi ini meliputi pengangkutan pinggir laut, terutama di daerah pantai Arakan, dan pantai Tenasserim. Sedangkan pengangkutan sungai terutama melalui sungai Irawadi yang merupakan urat nadi lalu lintas di negara itu dengan panjang 1.450 Km. Sungai ini banyak membawa barang seperti kayu-kayuan, minyak, padi, dan bahan galian yang di impor melalui Rangoon. Sungai Selwen dapat dilayari sepanjang 100 Km, sungai Chindwin dilayari sepanjang 450 Km, sungai Sittang sejauh 40 Km, sedangkan sungai di Arakan dan Tenasserin tidak dijadikan sebagai lalu lintai karena pendek dan alirannya deras.

2. Transportasi Darat

Pengangkutan darat di negeri ini kurang maju, karena diutamakan adalah pengangkutan air. Corak jalinan pengangkutan darat yang utama adalah mengikuti aliran dari utara ke selatan yang banyak bertumpu di sepanjang lembangan tengah karena terdiri dari dataran rendah. Rangoon merupakan tumpuan jalan raya yang berbentuk kipas. Jalan raya yang utama ialah jalan yang menghubungkan Mandalay dengan Rangoon.

Jalan kereta api bertumpu didaerah tertentu terutama di daerah tanah Pamah Tengah. Jalan kereta api yang paling penting ialah yang mengubungkan Rangoon dengan Mandalay melalui Sittang.

3. Pengangkutan Udara

Pengangkutan udara di Myanmar terutama membawa penumpang baik dalam maupun luar negeri. Lapangan terbang internasional terdapat di Rangoon.

C. INDUSTRI

Kegiatan Industri di Myanmar kurang berkembang karena :

- Kurangnya persedian barang tambang galian

- Kurangnya pembauran dunia luar dalam menanam modalnya di negara Myanmar

- Kurangnya tenaga kerja dan tenaga ahli yang dimiliki penduduk

- Kurang lancarnya pengangkutan darat.

Jenis-jenis industri yang dijalankan ialah :

Ø Industri rumah tangga meliputi bertenun, mengukir kayu, membuat logam seperti membuat barang-barang dari perak, dan lain-lain

Ø Industri memproses, yaitu memproses hasil-hasil pertanian, hutan dan minyak bumi

Ø Industri kilang, yaitu memproses atau membuat kertas, palna, besi, papan lapis, venier, kimia, kain, semen, goni dan barang-barang getah (Rangoon).

Daerah-daerah industri yang terkenal ialah :

Ø Rangoon yang menghasilkan berbagai jenis hasil industri

Ø Daerah Myingyan yang menghasilkan industri kapas, kilang besi, kimia dan peleburan zing

Ø Daerah Akyab di pantai Arakan terutama menghasilkan Palpa dan kertas dari buluh

Ø Chauk dan Syriam menghasilkan kilang pembersihan minyak

Ø Mandalay menghasilkan kilang padi dan kilang papan

Ø Bilin terdapat kilang gula

Ø Pyinmana dilembah sungai Sittang menghasilkan kilang kapas dan kilang goni (Thamaing).

D. PARIWISATA

Objek wisata yang paling terkenal dan banyak mendatangkan turis adalah Pagoda yang banyak terdapat di Myanmar. Pagoda yang terkenal adalah Pagoda Ananda di kotan Pagan yang dibangun pada abad ke-2.

Tantangan Baru Dunia Pendidikan

UU Guru dan Dosen yang disahkan DPR pada Desember 2005 telah membukakan mata kita akan perlunya guru memiliki kompetensi sosial untuk selanjutnya ditularkan kepada anak didik atau generasi muda kita. Kebutuhan generasi muda kita dewasa ini akan kompetensi atau kecerdasan sosial sudah sangat mendesak. Mengapa?

Krisis multidimensi yang terjadi sejak 1997 telah memberikan kesadaran kepada kita bahwa sebagian masyarakat kita telah kehilangan kearifan-kearifan sosial yang unggul, seperti toleransi, kemampuan berempati, semangat dan kemampuan menolong, serta kemampuan bekerja sama. Akibatnya, masyarakat kita mudah menyalahkan orang lain, mudah kehilangan kendali emosinya, mudah terseret isu yang bermuara kepada kerusuhan, dan mudah curiga terhadap kelompok lain sehingga berujung kepada bentrokan yang konyol.

Begitu cepatnya kerontokan kearifan-kearifan sosial ini, sampai banyak media massa, termasuk i Kompas (Sabtu, 11 Februari 2006), mengangkatnya ke dalam rubrik ”Tajuk Rencana”-nya. Dicontohkan oleh Kompas bahwa kearifan sosial lokal seperti ’musyawarah dan mufakat’ tererosi deras dari masyarakat kita, sehingga kalau terjadi perbedaan pendapat antarkelompok yang muncul adalah pertentangan, bahkan bisa berakhir kerusuhan.

Penyembuhan penyakit sosial ini ternyata tidak mudah. Kita pun berpikir bahwa penyembuhan penyakit sosial dan sekaligus pengembangan kompetensi kearifan-kearifan sosial yang paling strategis adalah lewat jalur pendidikan. Walau, tentunya, hasil usaha ini barangkali memerlukan waktu puluhan tahun untuk dapat dirasakan. Dari titik inilah UU Guru dan Dosen yang mengharuskan para guru dan dosen menguasai kompetensi sosial (di samping kompetensi pedagogik, kepribadian, dan keilmuan) perlu kita beri apresiasi.

Persoalan selanjutnya adalah apa kompetensi sosial itu dan bagaimana mengembangkan serta mengajarkannya. Inilah tantangan baru bagi dunia pendidikan kita.

Apakah kompetensi sosial?

Pakar psikologi pendidikan Gadner (1983) menyebut kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika, bahasa, musik, raga, ruang, pribadi, alam, dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gadner.

Semua kecerdasan itu dimiliki oleh seseorang. Hanya saja, mungkin beberapa di antaranya menonjol, sedangkan yang lain biasa atau bahkan kurang. Uniknya lagi, beberapa kecerdasan itu bekerja secara padu dan simultan ketika seseorang berpikir dan atau mengerjakan sesuatu (Amstrong, 1994).

Relevansi dengan apa yang dikatakan oleh Amstrong itu ialah bahwa walau kita membahas dan berusaha mengembangkan kecerdasan sosial, kita tidak boleh melepaskannya dengan kecerdasan-kecerdasan yang lain. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa dewasa ini banyak muncul berbagai masalah sosial kemasyarakatan yang hanya dapat dipahami dan dipecahkan melalui pendekatan holistik, pendekatan komprehensif, atau pendekatan multidisiplin.

Kecerdasan lain yang terkait erat dengan kecerdasan sosial adalah kecerdasan pribadi (personal intellegence), lebih khusus lagi kecerdasan emosi atau emotional intellegence (Goleman, 1995). Kecerdasan sosial juga berkaitan erat dengan kecerdasan keuangan (Kiyosaki, 1998). Banyak orang yang terkerdilkan kecerdasan sosialnya karena impitan kesulitan ekonomi.

Dewasa ini mulai disadari betapa pentingnya peran kecerdasan sosial dan kecerdasan emosi bagi seseorang dalam usahanya meniti karier di masyarakat, lembaga, atau perusahaan. Banyak orang sukses yang kalau kita cermati ternyata mereka memiliki kemampuan bekerja sama, berempati, dan pengendalian diri yang menonjol.

Dari uraian dan contoh-contoh di atas dapat kita singkatkan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan seseorang bekomunikasi, bergaul, bekerja sama, dan memberi kepada orang lain. Inilah kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang diamanatkan oleh UU Guru dan Dosen, yang pada gilirannya harus dapat ditularkan kepada anak-anak didiknya.

Untuk mengembangkan kompetensi sosial seorang pendidik, kita perlu tahu target atau dimensi-dimensi kompetensi ini. Beberapa dimensi ini, misalnya, dapat kita saring dari konsep life skills (www.lifeskills4kids.com). Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup itu, ada 15 yang dapat dimasukkan ke dalam dimensi kompetensi sosial, yaitu: (1) kerja tim, (2) melihat peluang, (3) peran dalam kegiatan kelompok, (4) tanggung jawab sebagai warga, (5) kepemimpinan, (6) relawan sosial, (7) kedewasaan dalam berelasi, (8) berbagi, (9) berempati, (10) kepedulian kepada sesama, (11) toleransi, (12) solusi konflik, (13) menerima perbedaan, (14) kerja sama, dan (15) komunikasi.

Kelima belas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan topik silabus dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon pendidik. Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual dengan kehidupan masyarakat kita.

Materi ajar atau pelatihan itu disampaikan untuk mencapai pemahaman dan internalisasi nilai-nilai para peserta didik. Metode penyampaiannya dapat mengadopsi metode Tillman/UNESCO dalam pembelajaran living values (Grasindo, 2004). Metode yang bersifat edutaiment ini mengandung unsur permainan, inkuiri, dan eksplorasi, baik eksplorasi potensi diri maupun potensi lingkungan.

Metode ini sangat menantang sekaligus menyenangkan. Metode ini jauh dari gaya indoktrinasi ala penataran P4 yang lalu. Metode ini juga bisa mengimbangi daya pikat yang ditawarkan oleh hiburan-hiburan yang artifisial yang sering muncul di layar kaca di rumah kita.

Bagaimana mengemasnya?

Kemasan pengembangan kompetensi sosial untuk guru, calon guru (mahasiswa keguruan), dan siswa tentu berbeda. Kemasan itu harus memerhatikan karakteristik masing-masing, baik yang berkaitan dengan aspek psikologis ketiga kelompok itu maupun sistem yang mendukungnya.

Model pelatihan yang bersifat edutaiment cocok untuk para guru dan dosen. Karena jumlah guru dan dosen itu sangat banyak, dapat digunakan pelatihan berjenjang deret ukur TOT (training of trainer). Pelatihan TOT untuk guru dapat dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pelatihan guru seperti PPG Bahasa (Jakarta), PPG Matematika (Yogyakarta), PPG IPA (Bandung), dan PPG Kejuruan (Jakarta). Pelatihan untuk dosen dapat dilaksanakan oleh LPTK, yaitu universitas jelmaan atau koversi IKIP. Semua perlu persiapan yang matang karena kerja ini menuntut persyaratan keunggulan kualitas, ketepatan, dan kecepatan. Hal yang disebut terakhir ini perlu mendapat perhatian khusus karena UU Guru dan Dosen mengamanatkan proses sertifikasi kompetensi ini harus selesai dalam sepuluh tahun sejak UU itu disahkan.

Untuk para mahasiswa, khususnya calon guru, dapat dimasukkan ke dalam mata kuliah dasar, seperti ”ilmu sosial dasar” yang sejajar dengan mata kuliah ”ilmu budaya dasar” dan ”ilmu sains dasar” dengan perubahan paradigma. Kalau sebelumnya ilmu sosial dasar berorientasi kepada penyampaian pengetahuan, dalam paradigma baru ini perlu ditambah dan ditekankan pada penanaman nilai-nilai atau kearifan-kearifan sosial.

Untuk para siswa, baik dari tingkat dasar sampai tingkat menengah, karena alasan beban mata pelajaran mereka sudah sangat berat, pengembangan kompetensi sosial dapat dipadukan dengan pelajaran-pelajaran lain, khususnya mata pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan PPKn.

Barangkali ada yang ragu dengan cara memadukan atau menyelipkan ke dalam mata pelajaran lain ini. Alasannya, beban materi pelajaran itu sendiri sudah sangat berat. Asal kita bisa bertindak kreatif dan cerdas kesulitan ini tidak sulit diatasi. Misalnya, penanaman nilai toleransi dengan mudah dan tidak menambah beban mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan cara menyisipkan ke materi bacaan atau wacana, misalnya lewat cerpen atau dongeng. Hal yang sama dapat dilakukan pada mata pelajaran lain.

Hal yang sangat mendesak berkaitan dengan pelatihan, pembelajaran, dan sertifikasi guru dan dosen (khususnya yang berkaitan dengan kompetensi sosial dan kepribadian karena ini hal baru) adalah pengembangan pemahaman kompetensi ini yang komprehensif, yang dapat diterima oleh banyak pihak. Sampai saat ini sudah banyak seminar tentang UU Guru dan Dosen diadakan, tetapi kita belum sampai atau memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kedua kompetensi ini. Hal kedua yang sangat mendesak adalah penyediaan silabus dan materi latihan atau ajar untuk mengembangkan kompetensi ini. Ini tantangan bagi lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dan lembaga terkait lainnya, seperti PPPG, untuk berlomba menawarkan konsep dan draf materi pelatihan/pembelajaran kompetensi itu. Dari beberapa draf ini dapat kita sarikan dan padukan untuk memperoleh konsep dan materi pembelajaran yang terbaik.

Apabila dunia pendidikan bisa menjawab tantangan pengembangan kompetensi sosial ini secara cepat dan tepat, mudah- mudahan 10 tahun mendatang kita lebih banyak memiliki insan yang lebih demokratis, lebih toleran, dan memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar.

Metode Mengajar

Metode Mengajar

Dalam pengajaran suatu bahan pelajaran maka guru sebagai pembimbing, pengasuh dan petunjuk jalan untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan, harus berusaha seoptimal mungkin untuk mencapai dan memelihara situasi dalam belajar mengajar yang baik sehingga siswa memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam hal ini guru harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang harus diperhatikan di dalam proses belajar mengajar. Sebagaimana yang dikemukakan oleh syarat-syarat metode mengajar antara lain :

1. Membangkitkan motivasi, minat atau gairah belajar siswa.

2. Menjamin perkembangan kegiatan kepribadian murid.

3. Memberi kesempatan bagi ekspresi yang kreatif dari kepribadian murid.

4. Merangsang murid dalam teknik belajar sendiri cara memperoleh pengetahuan melalui usaha sendiri.

5. Mendidik murid dalam teknik belajar sendiri cara memperoleh pengetahuan melalui usaha sendiri.

6. Meniadakan pengajaran bersifat verbalitas dan menggantikannya dengan pengalaman atau situasi yang nyata.

7. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (M. Ali, 1987 : 30).

Pendapat senada juga disampaikan oleh Winarno Surahmad dalam bukunya Metodologi Pengajaran Nasional, "Metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Makin baik metode itu makin efektif pula pencapaian tujuan. Untuk menetapkan baik buruknya metode dilihat dari faktor utamanya yaitu tujuan yang ingin dicapai." (Winarno.S, 1996 : 75).

Metode mengajar adalah "Cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran." (Nana Sudjana, 1991 : 76).

"Metode merupakan cara atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dalam belajar metode digunakan dengan tujuan mendapatkan pengetahuan, kecakapan dan keterampilan. Cara-cara yang dipakai itu akan jadi kebiasaan."(Slameto, 1987 : 84).

Memang, untuk mencapai tujuan harus diusahakan secara maksimal agar apa yang ingin dicapai memiliki nilai yang bagus. Apalagi dalam usaha mendidik siswa, seorang guru harus pintar dan rasional. Gurulah yang berperan sebagai motivator dituntut dapat memberikan bentangan jalan yang luas bagi siswa untuk mampu belajar secara mandiri. Bentangan jalan yang luas itu dapat diberikan melalui penggunaan metode-metode mengajar yang sesuai.

"Suatu persoalan, bagaimana kita harus memilih metode-metode itu pada waktu mengajar. Hal ini tergantung kepada apa tujuan kita mengajar, bahan apa yang akan diajarkan, siapa murid yang kita ajar serta fasilitas apa yang dipergunakan. Namun demikian dalam suatu peristiwa mengajar, ada salah satu metode utama yang digunakan." (Engkoswara, 1984 : 46).

Kutipan di atas merupakan prasyarat yang dapat dijadikan pedoman oleh guru, sehingga guru mendapat suatu cara yang efektif dalam mendidik siswa. Guru juga harus berusaha membeda-bedakan kegunaan suatu metode sehingga guru tersebut jauh dari kemiskinan penguasaan metode mengajar.

Untuk Iebih mengetahui secara Iebih mendalam, maka ada baiknya penulis utarakan kebaikan dan kelemahan beberapa metode yang penulis anggap erat kaitannya dengan masalah yang diteliti, antara lain

Metode Ceramah Bervariasi

1. Pengertian

Metode ceramah adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dengan melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru kepada siswa. Metode ceramah bervariasi merupakan cara penyampaian, penyajian bahan pelajaran dengan disertai macam-macam penggunaan metode pengajaran lain, seperti diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, dan sebagainya.

2. Tujuan dan Manfaat

a. Metode ceramah digunakan dengan tujuan untuk :

1. Menyampaikan informasi atau materi pelajaran baru.

2. Membangkitkan hasrat, minat dan gairah siswa untuk belajar.

3. Menjelaskan materi pelajaran yang sukar.

b. Metode ceramah dapat digunakan dalam hal :

1. Jumlah siswa cukup besar

2. Sebagai pengantar atau menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

3. Waktu yang tersedia terbatas, sedang materi yang disampaikan cukup banyak.

. Langkah-Iangkah Penggunaan

Langkah-langkah penggunaan metode ceramah bervariasi, disesuaikan dengan metode-metode yang dipakai untuk variasi. Contoh penggunaan metode tanya-jawab dan diskusi sebagai variasi :

a. Persiapan

1. Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).

2. Menyusun urutan penyajian materi untuk mencapai Tujuan Instruksional Khusus yang sudah ditetapkan.

3. Menjelaskan materi ceramah secara garis besar.

4. Bila materi ceramah terlalu luas, dapat dibagi menjadi beberapa penggalan.

5. Disarankan materi ceramah diperbanyak untuk dimiliki tiap siswa.

b. Pelaksanaan

1. Menjelaskan kepada siswa Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang ingin dicapai sesudah pelajaran berakhir.

2. Menjelaskan kepada siswa cara pelaksanaan metode ceramah bervariasi. Misalnya : ceramah yang disertai dengan tanya jawab, diskusi kelompok kecil dan ditutup dengan laporan kelas.

3. Membagikan materi ceramah kepada siswa.

4. Menyajikan materi ceramah.

5. Tanya jawab.

6. Guru mengkomunikasikan hal-hal yang harus didiskusikan dalam kelompok kecil, waktu yang disediakan untuk diskusi.

7. Pembentukan kelompok kecil terdiri dari lima atau tujuh orang.

8. Pelaksanaan diskusi kelompok dalam batas waktu yang sudah ditetapkan.

9. Membuat kesepakatan satu kelompok untuk melaporkan di muka kelas, kelompok-kelompok yang lain sebagai pengulas.

10. Penyampaian laporan kelompok-kelompok yang telah ditetapkan.

11. Mengatur jalannya pengulasan oleh kelompok-kelompok yang lain.

12. Diskusi kelas berakhir.

Metode Inkuiri

1. Pengertian

Inkuiri adalah suatu kegiatan atau penelaahan sesuatu dengan cara mencari kesimpulan, keyakinan tertentu melalui proses berpikir dan penalaran secara teratur, runtut dan bisa diterima oleh akal. Metode inkuiri merupakan kegiatan belajar mengajar dimana siswa diharapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. Jawaban atau kesimpulan tersebut belum tentu merupakan pemecahan atas masalah atau keadaan yang dihadapi. Dapat juga jawaban tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal-hal yang menyebabkan timbulnya keadaan atau masalah tersebut. Dan hal inilah yang membedakan antara metode inkuiri dengan metode pemecahan masalah (problem solving) yang Iebih menitikberatkan pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa.

Kegiatan inkuiri dapat dilakukan secara perorangan, kelompok ataupun seluruh kelas (klasikal), baik dilakukan di dalam kelas ataupun di luar kelas. Inkuiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti diskusi antar siswa, tanya jawab antar guru dengan murid, dan sebagainya. Pelaksanaan metode inkuiri dapat dimaksudkan untuk mencari jawaban tertentu yang sudah pasti ataupun kemungkinan pilihan (alternatif) jawaban atas masalah tertentu.

2. Tujuan dan Manfaat

a. Penggunaan metode inkuiri bertujuan :

1. Mengembangkan sikap, keterampilan, kepercayaan siswa dalam memecahkan masalah atau memutuskan sesuatu secara tepat (obyektif).

2. Mengembangkan kemampuan berpikir siswa agar lebih tanggap, cermat dan nalar (kritis, analitis dan logis).

3. Membina dan mengembangkan sikap ingin tahu lebih jauh (curiousity).

4. Mengungkap aspek pengetahuan (kognitif) maupun sikap (afektif).

b. Agar kegiatan inkuiri mencapai tujuan (TIK) yang ditentukan, maka hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Siswa diarahkan kepada pokok permasalahan yang akan dicari jawabannya atau dipecahkan. Untuk itu guru hendaknya menjelaskan pokok permasalahannya dan tujuan yang ingin dicapai.

2. Guru hendaknya memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berdiskusi, mengemukakan kemungkinan pililian jawaban ataupun bertanya. Guru hanya membatasi agar jangan ke luar dari pokok pembicaraan.

3. Guru diharapkan mampu untuk memberikan pertanyaan pancingan, bilamana siswa kurang mampu menganalisa masalah.

4. Guru mengawasi, membatasi agar kegiatan siswa tidak menyimpang dari nilai-nilai, seperti nilai agama, pancasila dan sebagainya.

5. Guru tidak memberikan jawaban langsung atas masalah yang dihadapi.

3. La­ngkah-langkah Penggunaan

Seperti telah dikemukakan di muka ada berbagai cara dalam berinkuiri. Dalam hal inkuiri dilakukan dengan tanya jawab, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Persiapan

1. Merumuskan permasalahan sebagai topik.

2. Merumuskan TIK.

3. Menjelaskan jalannya kegiatan inkuiri.

b. Pelaksanaan

1. Guru mengemukakan suatu masalah tertentu siswa diberi kesempatan untuk bertanya mengenai kejelasan masalah tersebut.

2. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya seluas mungkin mengenai masalah tersebut, sampai merasa cukup untuk mengambil kesimpulan. Guru tidak boleh memberikan jawaban yang sifatnya menjawab atau memecahkan permasalahan yaug dihadapi siswa. Guru misalnya saja hanya memberikan jawabannya, tidak atau bukan dan sebagainya. Apabila siswa kurang aktif maka guru memberikan pertanyaan pancingan membantu siswa menelaah masalah tersebut.

3. Siswa mengemukakan kesimpulan atau pendapat sementara (hipotesa) dan alasan-alasannya. (Depdikbud, 1985:123).

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

1. Pengertian

Pemecahan masalah sebagai strategi belajar mengajar amat erat kaitannya dengan inkuiri dan penemuan. Pada prinsipnya ketiga-tiganya adalah menunjuk kepada suatu proses yang sukar dibedakan, namun demikian memang ada sedikit perbedaan. Pada inkuiri, yang dipentingkan ialah mencari jawaban sampai pada tingkat yakin dengan menggunakan dukungan fakta, analisa, interpretasi serta pembuktiannya. Yakin dalam hati mengetahui hakikat yang mendasar dari sesuatu, sehingga penelusuran terhadap alternatif perlu dikembangkan.

Pada pemecahan masalah titik berat diletakkan pada pemecahan masalah secara rasional, logis, benar dan tepat, tekanan pada proses pemecahan masalah dengan penentuan alternatif yang berguna saja. Jadi tidak sampai mengejar hakikat, lebih ditekankan pada kegunaannya, uatuk memecahkan masalah.

Masalah selalu timbul apabila suatu kenyataan tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan kata lain terdapat ketidakcocokan antara keadaan yang nyata (aktual) dengan keadaan yang dikehendaki (ideal), secara umum ada tiga macam cara pemecahan suatu masalah ialah pemecahan masalah secara otoritatif (yaitu pemecahan masalah oleh penguasa yaug berwenang, umpamanya guru sehingga siswa sendiri pasif), pemecahan secara motivasi (menggunakan cara-cara yang tidak rasionil, secara gaib), dan pemecahan masalah secara ilmiah. Yang terakhir ialah yang diutamakan pemecahan masalah (problem solving). Landasan pemecahan masalah ialah berpikir kritis atau reflektif. Cara berpikir ini prosesnya adalah menyadari adanya masalah, mencari petunjuk pemecahannya menggunakan suatu pemecahan yang cocok (paling tepat).

2. Tujuan dan Manfaat

a. Metode pemecahan masalah digunakan dengan tujuan :

1. Mencari jalan keluar dalam menghadapi masalah secara rasional.

2. Dalam memecahkan masalah bekerja sama dengan orang lain.

3. Mencari cara pemecahan masalah untuk meningkatkan kepercayaan diri.

b. Manfaat metode pemecahan masalah :

1. Siswa memperoleh pengalaman proses dalam menarik kesimpulan.

2. Siswa menjadi aktif dan mandiri serta gigih.

3. Siswa meningkatkan keterampilan berfikir logis, berpikir ilmiah.

4. Mengembangkan sikap dan keterampilan siswa supaya mampu memecahkan permasalahan serta mengambil keputusan secara obyektif dan mandiri.

5. Membina dan mengembangkan sikap ingin tahu lebih jauh dan cara berpikir kritis analistis, baik secara individu maupun secara kelompok.

3. Langkah-Iangkah Penggunaan

a. Persiapan

1. Menentukan permasalahan sebagai topik.

2. Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).

3. Merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah.

4. Menentukan kriteria pemilihan pemecahan masalah yang terbaik.

b. Pelaksanaan

1. Menjelaskan Tujuan Instruksional Khusus kepada siswa.

2. Menjelaskan pelaksanaan pemecahan masalah.

3. Kegiatan pemecahan masalah. (Depdikbud, 1985:148).

Prinsip-Prinsip Dalam Memilih Metode

Mengenal suatu metode dengan pemahaman yang mendalam merupakan keharusan bagi seorang guru. Untuk dapat menguasai metode tertentu memang tidak sulit, tetapi dibutuhkan keberanian guru tersebut untuk mempraktekkannya. Karena metode-metode mengajar itu sangat beranekaragam, maka perlu konsep bagi seorang guru untuk memilih metode yang cocok dalam mengajar.

Tb. Bactiar Rivai, mengemukakan 5 prinsip dalam memilih metode mengajar :

1. Azas maju berkelanjutan (continous progress) yang artinya memberi kemungkinan kepada murid untuk mempelajari sesuatu sesuai dengan kemampuannya.

2. Penekanan pada belajar sendiri artinya siswa diberi kesempatan untuk mempelajari dan mencari sendiri bahan pelajaran lebih banyak lagi daripada yang diberikan guru.

3. Bekerja secara team, dimana siswa dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan yang memungkinkan siswa bekerja sama.

4. Multidisipliner, artinya memungkinkan siswa untuk mempelajari sesuatu meninjau dari berbagai sudut kesehatan, keindahan atau pandangan orang lain.

5. Fleksibel, dalam arti dapat dilakukan menurut keperluan dan keadaan. (Engkoswara, 1984:46)

Dengan memiliki pemahaman secara umum tentang sifat suatu metode, seseorang akan lebih mudah menetapkan metode yang paling mendukung untuk situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar yang dihadapinya, dan dalam penerapannya metode dipengaruhi oleh berbagai faktor :

1. Siswa, dengan berbagai tingkat kematangannya.

2. Tujuan, dengan berbagai jenis dan fungsinya.

3. Situasi, dengan berbagai jenis dan keadaannya.

4. Fasilitas, dengan beranekaragam kwalitas dan kwantitas.

5. Guru, dengan pribadi dan kemampuan profesional yang berbeda.

(Lalu Muhammad Azhar, 1991:96)

Untuk mengklarifikasi baik atau tidaknya suatu metode memang sulit, karena untuk menggolong-golongkan metode itu harus dilihat nilai dan efektivitasnya, sebab metode yang kurang baik ditangan seorang guru dapat menjadi metode yang baik sekali ditangan guru lain. Yang cukup penting disini, guru diharapkan dapat menguasai teknik pelaksanaannya.

Menurut M. Uzer Usman dalam bukunya menjadi guru profesional menjelaskan bahwa dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif ada lima jenis variabel yang menentukan keberhasilan belajar siswa, yaitu sebagai berikut :

1. Melibatkan siswa secara aktif

Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga muridlah yang harus banyak aktif, sebab murid sebagai subyek didik.

Aktivitas belajar murid yang dimaksud di sini adalah aktivitas jasmaniah maupun aktivitas mental. Aktivitas itu dapat digolongkan ke dalam beberapa hal antara lain :

1. Aktivitas visual seperti membaca, menulis, dan demontrasi.

2. Aktivitas lisan seperti bercerita, diskusi.

3. Aktivitas mendengarkan seperti mendengarkan penjelasan guru.

4. Aktivitas menulis seperti mengarang, membuat surat.

(M. Uzer, 1985:17).

2. Menarik Minat dan Perhatian Siswa

Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Sedangkan perhatian sifatnya sementara, ada kalanya timbul dan ada kalanya hilang. Minat ini besar sekali pengaruhya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak akan melakukan sesuatu.

Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan minatnya.

"Minat siswa merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Jadi afektif merupakan faktor yang menentukan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar." (William James, 1890:13).

3. Membangkitkan motivasi

Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan sesuatu atau keadaan organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkahlaku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif menjadi perbuatan atau tingkahlaku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Jadi tugas guru adalah membangkitkan motivasi anak sehingga ia melakukan belajar, karena motivasi dapat timbul dari dalam diri individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh dari luamya.

Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara, misalnya mencobakan/ memvariasikan metode belajar.

4. Prinsip Individualitas

Salah satu masalah utama dalam pendekatan belajar mengajar ialah masalah perbedaan individual.

Mursell dalam bukunya Succesfull Teaching yang dikutip oleh M. Uzer Usman mengemukakan, "Perbedaan individual secara vertikal dan secara kualitatif. Yang dimaksud perbedaan vertikal adalah intelegensia umum siswa itu. Perbedaan kualitatif adalah terletak pada bakat dan minatnya." (M. Uzer Usman, 1989:25).

Oleh karena itu setiap guru harus memahami bahwa tidak semua muridnya dapat menerima pelajaran yang diberikannya, ada yang lamban dalam mcnerima pelajaran. Tiap sistem pendidikan individualistas secara murni sulit dilaksanakan mengingat adanya berbagai keterbatasan. Oleh karena itu pengajaran sistem klasikal masih digunakan, namun guru haruslah memperhatikan perbedaan-perbedaan individual tersebut.

geografi Industri

1. Departemen perindustrian dan perdagangan melalui SK. Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 mengklasifikasikan industri menjadi 5 macam, yaitu : Industri kimia dasar, Industri mesin logam dasar dan Elektronika, Aneka industri, Industri kecil dan Industri pariwisata.

Berikut ini yang termasuk industri kima dasar adalah :

a. Pupuk urea dan kertas

b. Komponen otomotif dan ban

c. Obat-obatan dan sabun cuci

d. Peralatan kedokteran dan semen

e. Bahan peledak dan televisi

2. Berdasarkan proses produksinya industri di bedakan menjadi dua, yaitu industri hulu dan industri hilir. Pengertian industri hilir adalah :

a. Industri yang mengolah hasil pertanian

b. Industri yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi

c. Industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku

d. Industri yang didirikan di bagian hilir aliran sungai

e. Industri yang mengolah bahan pakan ternak

3. Jenis barang yang resiko susutnya cukup tinggi pada saat pengangkutan bahan mentah, sebaiknya industri tersebut di dekatkan di :

a. Daerah pemusatan penduduk

b. Daerah pemasaran

c. Daerah sumber bahan baku

d. Daerah sumber energi

e. Daerah dekat pelabuhan

4. Banyak teori lokasi yang di ungkapkan oleh para ahli, tidak lain manfaatnya adalah untuk memperoleh keuntungan yang besar dengan menkan biaya produksi dan meraih pasar yang luas. Alfred Weber adalah salah satu ahli geografi yang menitik beratkan prinsip dasar teori lokasi pada :

a. Adanya penetapan upah minimum regional

b. Analisis terhadap kemungkinan resiko susut

c. Kegiatan industri sebagai kegiatan ekonomi manusia

d. Pekerja sebagai aset paling dinamis

e. Penempatan industri dengan resiko transportasi minimal

5. Prinsip teori lokasi Losch di asumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik adalah :

a. Berdekatan dengan sumber tenaga kerja sebagai faktor produksi

b. Mendekati salah satu pasar untuk menghindari penyusutan

c. Mendekati area pemukiman yang memiliki banyak tenaga kerja

d. Beraglomerasi dengan industri lain yang terkait

e. Menguasai wilayah pasar yang luas

6. Jarak yang perlu di tempuh orang untuk mendapatkan barang kebutuhan hanya kadang-kadang saja, dalam konsep tempat yang sentral di sebut :

a. Range d. Grotw

b. Reily e. Troshald

c. Rank

7. Berdasarkan teori Christaller yang di maksud dengan tempat yang sentral dapat berupa : kota-kota besar, pasar (pusat perbelanjaan), ryumah sakit dan sebagainya yang memiliki kekuatan menarik penduduk yang tinggal di sekitarnya dengan daya jangkau berbeda-beda.

Kerena masing-masing tempat yang sentral memiliki kekuatan menarik yang berbeda-beda, maka terdapat hierarki tempat yang sentral yang berbeda pula. Tempat yang sentral berhierarki 3 sering di sebut juga dengan :

a. Situasi administratif yang optimum

b. Kasus pasar yang optimum

c. Situasi lalu lintas yang optimum

d. Situasi kegiatan penduduk yang optimum

e. Situasi ekonomi yang optimum

8. Produk industri yang memiliki resiko susut cukup tinggi pada waktu pengangkutan bahan mentah sebaiknya di tempatkan di :

a. Daerah pemasaran

b. Daerah pemusatan penduduk

c. Dataran rendah

d. Daerah sumber bahan mentah

e. Mendekati pelabuhan atau terminal

9. Salah satu industri di negara kita yang secara langsung mendapat bantuan modal dari Jepang adalah :

a. Perluasan produksi pupuk Sriwijaya

b. Bantuan tenaga ahli di PT. PAL

c. Pengembangan IPTN

d. Proyek PLTA Asahan

e. Proyek pemanfaatan Geothermal Dieng

10. Faktor yang menjadi penghambat majunya perindustrian di Indonesia adalah karena kekurangan :

a. Hubungan politik

b. Modal dan tenaga ahli

c. Tenaga kerja dan alat perhubungan

d. Modal dan bahan mentah

e. Lokasi industri dan daerah pemasaran

11. Untuk menetukan lokasi sebuah pabrik harus di pertimbangkan berbagai hal. Salah satu syarat yang harus di penuhi adalah letaknya berjauhan dengan daerah pemukiman. Penetapan syarat tersebut erat kaitannya dengan :

a. Pengamanan limbah industri

b. Fasilitas tenaga kerja

c. Penyediaan tenaga kerja

d. Pemasaran hasil industri

e. Pemasaran lokasi industri

12. Teori tempat sentral Christaller di dasarkan untuk menjawab 3 pertanyaan tentang kota, yaitu :

a. Jangkaua, Ambang dan Range

b. Banyaknya kota, Besar kota, dan Jangkauan

c. Ambang besar, Jangkauan dan Kota

d. Banyaknya kota, Range dan Persebaran

e. Jangkauan, Threshol dan Range

13. Faktor yang paling menetukan dalam pemilihan lokasi industri menurut Weber adalah, kecuali :

a. Bahan mentah/bahan baku

b. Modal

c. Tenaga kerja

d. Ongkos transportasi termurah

e. Daerah pemasaran

14. Industri yang bahan bakunya di peroleh langsung dari alam di sebut dengan industri :

a. Ekspolitatif

b. Manufaktur

c. Ekstraktif

d. Fasilitatif

e. Non-ekstraktif

15. Berbagai unsur di bawah ini merupakan faktor lokasi, kecuali :

a. Tanah d. Transportasi

b. Tenaga kerja e. Pasar

c. Jumlah penduduk

16. Persebaran industri kerajinan batik banyak terdapat di kota-kota tersebut di bawah ini, kecuali :

a. Yogyakarta

b. Solo

c. Banyuwangi

d. Pekalongan

e. Cirebon

17. Perkembangan suatu industri sangat di tentukan oleh faktor :

a. Tenaga kerja dan tenaga ahli

b. Bahan mentah dan modal

c. Pemasaran yang baik dan sumber tenaga

d. Lalu lintas yang lancar dan suasana politis yang mendukung

e. Besar kecilnya perpajakan

18. Peletakan kawasan industri pada wilayah yang mempunyai sarana pendekat ke pelabuhan di maksudkan untuk memperoleh :

a. Penghematan internal

b. Aglomerasi

c. Keamanan

d. Penghematan eksternal

e. Peningkatan produksi

GEOGRAFI NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

1. Indikator untuk mengetahui pembangunan suatu Negara dapat dilihat dari berbagai unsur, kecuali :

a. Pendapatan nasional suatu negara

b. Pendapatan per-kapita suatu negara

c. Indeks mutu hidup (The Physical Quality Life Indeks)

d. Pemenuhan kebutuhan, sarana dan prasarana

e. Pemenuhan kebutuhan pokok

2. Jerman merupakan negara industri mobil yang terkemuka. Merek mobil yang paling banyak di hasilkan Jerman adalah :

a. Toyota d. Mitsubishi

b. Opel e. Daihatsu

c. Mercedes

3. Perhatikan pernyataan berikut ini :

1. Pendapatan kecil

2. Perumahan tidak layak

3. Kesehatan buruk

4. Angka harapan hidup tinggi

5. Kesempatan kerja sempit

6. Beban ketergantungan rendah

7. Pendidikan rendah

8. Tingginya angkatan kerja di sektor industri

Berdasarkan delapan pilihan di atas yang termasuk ke dalam Standart hidup rendah adalah :

a. 2,4,5,6,8 d. 1,2,3,5,7

b. 2,3,4,7,8 e. 1,4,6,7,8

c. 1,3,6,7,8

4. Negara industri maju tidak luput dari masalah polusi udara. Daerah ”Black Country” di Inggris terkenal dengan industri berat yang berpusat di kota :

a. Birmingham d. Liverpool

b. Hamburg e. London

c. Glaglow

5. Berikut ini yang bukan merupakan ciri Negara maju adalah :

a. Pendapatan perkapita relatif tinggi

b. Perekonomian lebih banyak bertumpu pada sektor industri

c. Masih terdapat kegiatan pertanian

d. Angka pengangguran tinggi

e. Tingkat pendidikan tinggi